Senin, 15 Agustus 2016

Tarian Jiwa

Di pentas aku

Batas malam ini berbingkai teralis sukma

Tatap mata pada keujung rambut terurai menyentuh tubuh kita

Seribu rentak nista langkah kita

Terhenti dengan sebuah pesonamu

Di remang cahaya kamar

Dirimu hiasannya

Pada sisi ladang mengalir deras darahku

Pada sungai di tubuhmu

Dan pori-pori mengalir energi

Sentuhan kita berdua

Ukurlah langit kamar kita

Dan helaian rambutmu aku hitung satu persatu

Biar aku eja sampai fajar

Sayangku lihatlah dari jendela

Bintang-bintang antarkan kita di pagi itu

Resah dan gelisah

Telah aku siram dengan tarian-tarianmu

Di rongga tulang kita

Engkau menikmatinya di sel-sel darahmu

Wahai hambaku

Kemarilah

Tidurlah didekatku

Tentang ladang kita

Yang subur

Bermimpilah untuk kita


Gurun 19082010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar