Tarian Jiwa
Di pentas aku
Batas malam ini berbingkai teralis sukma
Tatap mata pada keujung rambut terurai menyentuh tubuh kita
Seribu rentak nista langkah kita
Terhenti dengan sebuah pesonamu
Di remang cahaya kamar
Dirimu hiasannya
Pada sisi ladang mengalir deras darahku
Pada sungai di tubuhmu
Dan pori-pori mengalir energi
Sentuhan kita berdua
Ukurlah langit kamar kita
Dan helaian rambutmu aku hitung satu persatu
Biar aku eja sampai fajar
Sayangku lihatlah dari jendela
Bintang-bintang antarkan kita di pagi itu
Resah dan gelisah
Telah aku siram dengan tarian-tarianmu
Di rongga tulang kita
Engkau menikmatinya di sel-sel darahmu
Wahai hambaku
Kemarilah
Tidurlah didekatku
Tentang ladang kita
Yang subur
Bermimpilah untuk kita
Gurun 19082010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar